Banner Go Green
BERITA

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Lokal di Industri Pengolahan Logam

3
×

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Lokal di Industri Pengolahan Logam

Sebarkan artikel ini
IMG 9156

HALMAHERA TENGAH – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di sektor industri pengolahan logam. Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, pendidikan, hingga kesempatan magang bagi masyarakat Maluku Utara.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Presiden Direktur PT IWIP Kevin He di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (2/11/2026).

Kesepakatan yang berlaku selama dua tahun, yakni 2026–2028, menjadi landasan pengembangan tenaga kerja lokal seiring meningkatnya aktivitas investasi dan pertumbuhan kawasan industri di wilayah timur Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, investasi berskala besar di sektor pengolahan logam harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Menurutnya, pertumbuhan industri juga perlu berjalan beriringan dengan terciptanya hubungan industrial yang harmonis. Keberadaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menjaga hubungan kerja tetap kondusif.

“Prinsip kita tegas, industri harus maju, dan pekerja harus sejahtera. Dua hal ini tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dukung Target PLTS 100 GWp, Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi 60 Calon Asesor

Untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal, Yassierli mendorong PT IWIP menyusun peta jalan (roadmap) kebutuhan SDM untuk lima tahun mendatang.

Pemetaan tersebut diperlukan agar proses penyiapan tenaga kerja dapat dilakukan secara terencana dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri. Kebutuhan SDM mencakup berbagai jenjang pekerjaan, mulai dari operator, supervisor, hingga insinyur muda.

Selain itu, Kemnaker mendorong agar penggunaan tenaga kerja asing (TKA) difokuskan pada kebutuhan teknis khusus. Penempatan TKA juga perlu disertai proses alih pengetahuan dan teknologi (transfer of knowledge) sehingga tenaga kerja Indonesia memiliki kesempatan menguasai keahlian yang dibutuhkan industri.

Yassierli berharap PT IWIP dapat berkembang menjadi kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga memiliki ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi.

“Cita-cita kita adalah menjadikan PT IWIP sebagai benchmark Integrated Talent Engine in Indonesia, yakni sebuah kawasan industri yang mampu menarik ekosistem pelatihan dan pendidikan secara mandiri dan terintegrasi,” kata Yassierli.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, Kemnaker menyiapkan penguatan ekosistem pengembangan SDM melalui integrasi pelatihan vokasi dan pendidikan. Salah satu bentuk dukungannya adalah penyediaan kuota pelatihan vokasi serta sertifikasi kompetensi gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

BACA JUGA :  Kemnaker Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Profesi bagi 100 Anggota PAPRI

Kemnaker juga membuka peluang pendidikan bagi putra-putri daerah Maluku Utara melalui penyediaan beasiswa penuh (full scholarship) di Politeknik Ketenagakerjaan.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesempatan masyarakat lokal memperoleh pendidikan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Tidak hanya itu, kerja sama Kemnaker dan PT IWIP turut mencakup perluasan kesempatan pelatihan bagi penyandang disabilitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengembangan kompetensi dan kesempatan kerja yang inklusif.

Kerja sama tersebut juga mencakup alokasi 80 persen peserta Program Magang Nasional untuk ditempatkan langsung di kawasan industri PT IWIP.

Penempatan peserta magang di lingkungan industri diharapkan memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus membantu mereka memahami standar operasional, budaya kerja, dan kebutuhan keterampilan di dunia industri.

Yassierli berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional.

“Melalui kolaborasi Kemnaker dan PT IWIP diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan industri nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah dan sekitarnya,” tutupnya.

Source : Biro Humas Kemnaker