Banner Go Green
BERITA

Kemnaker Transformasi BLK Jadi Pusat Pelatihan, Kewirausahaan, dan Produktivitas

14
×

Kemnaker Transformasi BLK Jadi Pusat Pelatihan, Kewirausahaan, dan Produktivitas

Sebarkan artikel ini
IMG 9098

AMBON – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi pusat layanan ketenagakerjaan yang lebih luas. Ke depan, BLK tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan vokasi, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pengembangan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas industri.

Transformasi tersebut bertujuan memastikan pelatihan vokasi memberikan hasil nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kompetensi, penyerapan tenaga kerja, hingga lahirnya wirausaha baru.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, keberhasilan program pelatihan tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan jumlah peserta atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Ukuran yang lebih penting adalah dampak pelatihan terhadap kehidupan peserta setelah menyelesaikan program.

“Pelatihan harus memberikan dampak. Kita tidak cukup hanya melihat berapa banyak orang yang dilatih, tetapi juga perlu mengetahui berapa banyak lulusan yang bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan setelah mengikuti pelatihan,” demikian arahan Menaker saat mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Maluku, Sabtu (31/10/2026).

Pelatihan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Industri
Yassierli menegaskan, BLK dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) perlu memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan industri. Keterhubungan tersebut penting agar program pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

BACA JUGA :  Dukung Target PLTS 100 GWp, Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi 60 Calon Asesor

Karena itu, penyusunan program pelatihan perlu didasarkan pada pemetaan kebutuhan tenaga kerja, perkembangan sektor industri, serta potensi ekonomi di masing-masing daerah.

Dengan pendekatan tersebut, lulusan pelatihan diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dan peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

BLK Diarahkan Jadi Pusat Talenta dan Inovasi
Selain menjalankan fungsi pelatihan vokasi, BLK juga diarahkan menjadi talent and innovation hub atau pusat pengembangan talenta dan inovasi.

Melalui fungsi tersebut, BLK diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan peserta pelatihan, calon wirausaha, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan gagasan, inovasi, serta peluang ekonomi baru.

Tidak hanya itu, Kemnaker juga mendorong BLK berperan sebagai klinik produktivitas yang membantu perusahaan, khususnya usaha menengah, meningkatkan kinerja dan produktivitas.

“BLK juga kita arahkan agar berperan sebagai klinik produktivitas yang membantu perusahaan, khususnya usaha menengah, meningkatkan kinerja dan produktivitas. Hal ini dapat memperkuat hubungan balai dengan industri, termasuk dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja, pendampingan, serta peningkatan kualitas proses kerja,” jelasnya.

BACA JUGA :  Menaker Dukung GenoHack 2026, Dorong Anak Muda Jadi Inovator Pencipta Lapangan Kerja

Melalui peran tersebut, BLK diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan daya saing perusahaan dan industri di daerah.

Kemnaker Bidik Keberhasilan Lulusan hingga 70 Persen
Dalam kunjungannya, Yassierli turut menyoroti pentingnya penguatan sistem pemantauan lulusan atau tracer study. Sistem ini diperlukan untuk mengetahui kondisi peserta setelah mengikuti pelatihan, termasuk apakah mereka telah bekerja, berwirausaha, atau memperoleh penghasilan dari keterampilan yang dimiliki.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan industri sekaligus menjadi dasar penyempurnaan program berikutnya.

“Jadi seperti yang pernah saya sampaikan, tingkat keberhasilan lulusan pelatihan vokasi yang bekerja atau berwirausaha mencapai 70 persen. Target tersebut adalah penekanan dalam upaya memperkuat orientasi pelatihan pada hasil, bukan semata-mata pada pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Melalui transformasi ini, Kemnaker berharap BLK dan BPVP semakin berperan dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan peluang usaha, sekaligus meningkatkan produktivitas industri.

Dengan demikian, keberhasilan pelatihan vokasi tidak hanya terlihat dari jumlah peserta yang dilatih, tetapi juga dari kontribusi lulusan terhadap dunia kerja dan perekonomian masyarakat.

Source : Biro Humas Kemnaker