CIREBON – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membuka Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Wilayah Cirebon yang diikuti 2.000 peserta di Pendopo Bupati Cirebon, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).
Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pencari kerja, penyandang disabilitas, hingga pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Para peserta mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain uang saku, makan siang, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta dukungan instruktur dan fasilitas pelatihan.
Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan secara gratis dan sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pastikan teman-teman, adik-adik yang ikut pelatihan menguasai skill sesudah ikut pelatihan ini. Insyaallah, teman-teman semua punya bekal yang lebih baik untuk bisa lebih sukses di masa depan,” kata Yassierli.
Pada 2026, Kemnaker menargetkan sebanyak 340.000 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional. Khusus di Kabupaten Cirebon, pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, balai pelatihan, dan lembaga mitra.
Pelatihan tersebut menggunakan beberapa skema, yakni Tailor Made Training (TMT), bantuan program swasta, bantuan program Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), serta pelatihan melalui UPTD dan BLK Kabupaten Cirebon.
Dari ribuan peserta yang terlibat, terdapat 20 pekerja terdampak PHK yang mengikuti pelatihan melalui Disnaker Kota Cirebon. Selain itu, sebanyak 50 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Secara keseluruhan, terdapat 32 kejuruan yang dapat diikuti peserta. Bidang pelatihan tersebut antara lain menjahit pakaian, teknisi AC residensial, pembuatan kue, reparasi kendaraan, dan hospitality.
Sejumlah program juga dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam membangun usaha mandiri.
Menurut Yassierli, manfaat pelatihan vokasi tidak hanya terbatas pada peningkatan peluang memperoleh pekerjaan. Program tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Ia mencontohkan seorang alumni pelatihan reparasi AC di Medan yang kini telah mengembangkan usaha dan mempekerjakan 18 karyawan.
“Ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, teman-teman tidak hanya bisa mencari pekerjaan, tetapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi setiap daerah memiliki potensi dan kebutuhan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak, termasuk penyandang disabilitas.
Menurutnya, keterbatasan kondisi fisik maupun latar belakang seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk menutup kesempatan mengembangkan keterampilan dan berkompetisi di dunia kerja.
“Siapa pun dia, bagaimanapun kondisinya, dari Sabang sampai Merauke, termasuk teman-teman disabilitas, semua berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan takut bersaing,” kata Yassierli.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Cirebon, Kemnaker berharap semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja. Selain membuka peluang memperoleh pekerjaan, program ini juga diarahkan untuk mendukung tumbuhnya wirausaha baru dan memperluas kesempatan kerja di daerah.
Source : Biro Humas Kemnaker











