GAYA HIDUP

Usai Makan Daging Konsumsi Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Begini Kata Dokter

2537
×

Usai Makan Daging Konsumsi Nanas Bisa Turunkan Kolesterol, Begini Kata Dokter

Sebarkan artikel ini
Foto: Buah Nanas

JAKARTA – Kamis (29/06/2023), Hari raya Idul Adha begitu identik dengan hidangan-hidangan lezat saat kumpul keluarga.

Dikutip dari detikHealth, Daging kurban yang didapatkan kerap diolah menjadi menu seperti rendang, gulai, hingga sate.

Namun tak sedikit yang waswas soal kolesterol dalam tubuh melonjak setelah kalap memakan hidangan khas Idul Adha.

Sebab jika kadar kolesterol melonjak, kesehatan tubuh bisa terganggu.

Pasalnya, kolesterol jahat dapat menumpuk di pembuluh darah dan mengakibatkan risiko penyakit berbahaya mulai dari penyakit jantung hingga stroke

Salah satu kunci untuk menjaga tubuh tetap sehat ketika mengonsumsi makanan saat Idul Adha adalah cara pengolahan makanan.

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat, memasukan nanas ke dalam masakan disebut-sebut bisa menetralkan kolesterol. Benarkah demikian?

Dokter spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan, SpPD, MM, MARS, Dip.TH, DCD meluruskan, hingga saat ini belum ada bukti bahwa nanas dapat menetralisir kolesterol.

“Belum dapat dikatakan menetralisir kolesterol. Penelitian yang ada memang menunjukkan bahwa senyawa di nanas yang disebut dengan bromelain dapat menurunkan kolesterol,” ucap dr Rudy, Selasa (27/6/2023).

“Namun perlu digaris bawahi bahwa perlu jumlah tertentu dan secara konsisten, bukan hanya dalam 1 kali konsumsi,” tambahnya.

dr Rudy menjelaskan bahwa hidangan Idul Adha bisa dibuat dengan cara yang lebih sehat. Terlebih saat ini banyak produk-produk pengganti dengan pilihan yang lebih sehat.

“Idealnya, daging kurban juga dapat dimasak dengan lebih sehat. Saat ini banyak pilihan bahan dan bumbu masakan yang relatif lebih sehat. Misalnya santan rendah lemak, minyak kanola, minyak biji bunga matahari, dan lain-lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr Rudy juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jumlah gula, garam, dan lemak dari masakan yang dibuat.

“Sulit untuk menentukan metode masak yang paling sehat. Tetapi secara prinsip yaitu pilih bahan atau bumbu yang lebih sehat seperti yang rendah gula, garam, dan lemak,” katanya.

Sebisa mungkin pisahkan lemak pada daging. Hati-hati juga untuk sate, jangan dibakar sampai gosong karena memicu kanker,” pungkasnya.***

Editor: Redaksi