Banner Go Green
MEDIA OUTREACH NEWSWIRE

Survei Adrien Gagnon dan ESDlife: Hampir 60% Responden Alami Kesulitan Tidur dan Mudah Terbangun

70
×

Survei Adrien Gagnon dan ESDlife: Hampir 60% Responden Alami Kesulitan Tidur dan Mudah Terbangun

Sebarkan artikel ini
638234 Casey Chow jpeg
<div style="marginTop:16px;textAlign:start" align="left"> <i>Dr. Ka Yau Raymond Wong, Specialist in Psychiatry (center), Mr. Ian Cheung, Registered Pharmacist (left), and Ms. Casey Chow, Head of Media Business at ESDlife (right) participated in the “Hong Kong Sleep and Stress Survey” press conference.</i> </div>

HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Seiring prospek ekonomi yang masih suram, tingkat stres di kalangan warga Hong Kong terus meningkat. Survei terbaru menunjukkan bahwa banyak warga merasa sangat tertekan hingga mengganggu kualitas tidur mereka, menciptakan siklus negatif yang berdampak berat pada kesehatan emosional dan fisik. Menanggapi hal ini, Adrien Gagnon bekerja sama dengan ESDlife melakukan “Survei Tidur dan Stres Hong Kong” pada Mei 2025. Survei daring ini melibatkan 540 responden di Hong Kong dengan tujuan mengkaji tantangan tidur dan pemicu stres, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan tidur dan pengelolaan stres. Selain itu, survei ini ingin mengarahkan masyarakat pada solusi alami dan berkelanjutan untuk mengatasi “kesulitan tidur” dan “bangun dengan mudah.”

81% Pekerja Bolos Kerja Karena Kurang Tidur
Hari Senin Paling Sering Digunakan untuk Cuti Sakit karena Karyawan Menciptakan Hari Libur Sendiri

Hasil survei menunjukkan 81% pekerja pernah melewatkan hari kerja karena kurang tidur. Banyak pekerja mengaku mengambil cuti sakit untuk sekadar melepas penat, terutama pada hari Senin, yang dianggap sebagai “mini-holiday” mereka. Sebanyak 82% responden pernah berpikir untuk mengambil cuti sakit hanya untuk menghindari pekerjaan, dengan 81% dari mereka menyebutkan kurang tidur sebagai penyebab utama, dan 64% lainnya karena stres yang berlebihan. Bahkan, 64% mengatakan mereka memiliki dorongan untuk “berpura-pura sakit” minimal sekali dalam sebulan, menunjukkan betapa stres telah memengaruhi kesehatan mental dan fisik mereka. Hari-hari favorit untuk cuti sakit adalah Senin (43%), setelah libur panjang (25%), Jumat (24%), setelah lembur (24%), dan hari hujan atau dingin (18%).

Baca Juga  GalaxyArt Persembahkan Pameran Perdana Karya Maestro Seni Tembaga, Zhu Bingren

64% Kesulitan Tidur, 81% Mudah Terbangun
Hampir 60% Menderita Kedua Masalah Tidur; 80% Mencari Pengobatan Solusi Ganda

Masalah tidur menjadi isu utama dalam keseimbangan kerja dan kehidupan modern. Dari responden, 64% mengalami kesulitan untuk tertidur, sementara 81% mengatakan mereka mudah terbangun di malam hari. Hampir 60% mengalami kedua masalah ini sekaligus, tetapi 77% merasa belum menemukan cara efektif untuk mengatasi keduanya. Sebanyak 80% berharap mendapatkan solusi yang bisa bekerja ganda untuk mengatasi masalah tersebut.

Dr. Ka Yau Raymond Wong, spesialis psikiatri, menjelaskan bahwa kesulitan tertidur dan mudah terbangun adalah dua gangguan tidur yang berbeda. Kesulitan tertidur biasanya berkaitan dengan stres, sedangkan mudah terbangun bisa disebabkan oleh kadar melatonin yang rendah. Melatonin hanya diproduksi saat gelap, dan produksi ini menurun bila terkena cahaya matahari atau layar. Suplemen melatonin dengan formula “dual action release” dapat membantu dengan melepas melatonin dalam dua tahap, sehingga tubuh lebih cepat tertidur dan tetap tidur lebih lama. Untuk mengatasi kedua masalah tersebut secara efektif, pengelolaan stres dan regulasi melatonin sangat penting guna memperbaiki siklus dan kualitas tidur secara keseluruhan.

Baca Juga  SNP SE Perkuat Kepemimpinan Asia-Pasifik dengan Penunjukan Kuldeep Solanki dan Harold Zhang

91% Warga Hong Kong Menderita Stres Akibat Tekanan Pekerjaan dan Kehidupan
87% Mengatakan Stres Mempengaruhi Kualitas Tidur Mereka

Stres juga menjadi penyebab utama banyak pekerja ingin absen kerja. Survei menunjukkan 91% responden mengalami tekanan dari pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, dan 83% merasa putus asa menghadapi kondisi tersebut. Stres ini memicu masalah tidur (78%), mudah tersinggung (58%), hilangnya motivasi (40%), menurunnya produktivitas kerja (34%), dan bahkan menarik diri dari lingkungan sosial (33%). Memprihatinkan, 76% merasa lebih stres tahun ini dibandingkan tahun lalu, namun 40% mengaku tidak melakukan apa pun untuk mengatasinya dan berharap masalahnya akan hilang sendiri. Sementara itu, 87% mencatat bahwa stres telah merusak kualitas tidur mereka. Dr. Wong mengingatkan, masalah tidur akibat stres harus segera ditangani, karena penundaan pengelolaan stres dapat memperburuk kondisi, meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas tidur yang lebih parah.

85% Mencari Solusi Tidur yang Tahan Lama
Apoteker Merekomendasikan Suplemen Pelepasan Aksi Ganda untuk Masalah Tidur Ganda

Sebanyak 85% responden menginginkan solusi tidur yang tahan lama. Apoteker terdaftar, Ian Cheung, merekomendasikan suplemen melatonin dengan formula “dual action release” yang dapat mengatasi dua gangguan tidur sekaligus. Suplemen ini memberikan pelepasan cepat untuk membantu tertidur, diikuti pelepasan lambat agar melatonin tetap aktif sepanjang malam. Beberapa produk juga mengombinasikan herbal Barat yang menenangkan untuk mengatasi insomnia akibat stres. Jika gangguan tidur Anda terkait stres, disarankan memilih formula yang mengandung herbal tersebut.

Baca Juga  Bodor Laser Introduces the "Extreme Speed" Concept in Tube Processing, Launches the SK Series High-Speed Tube Laser Cutting Machine

Hampir 60% Sadar akan Herbal Barat untuk Menghilangkan Stres
72% Akan Mempertimbangkan Suplemen Herbal untuk Mengurangi Stres

Selain itu, hampir 60% responden sadar akan manfaat herbal Barat untuk meredakan stres, dan 72% bersedia mencoba suplemen herbal untuk mengurangi stres. Ian Cheung menjelaskan, “Herbal Barat seperti Eschscholzia californica dan Hops terbukti secara ilmiah dapat mengurangi stres dan kecemasan, serta membantu meningkatkan kualitas tidur. Ini cocok bagi mereka yang mencari solusi alami. Meredakan stres secara alami dapat mencegah keinginan absen kerja dan menjaga fungsi sehari-hari.” Survei juga menunjukkan bahwa 63% lebih memilih merek suplemen Barat, dan jika gejala terus berlanjut meski sudah menggunakan produk alami, konsultasi medis profesional sangat dianjurkan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:
https://www.adriengagnon.com.hk/en/product?category=sleep-and-stress&group=

Daftar Lampiran
Tabel 1: Hari-hari Terpopuler untuk Mengambil Cuti Sakit (“Sakit”)

Hari Paling Populer untuk Mengambil Cuti Sakit (“Sakit”) Persentase
Senin 43%
Setelah liburan panjang 25%
Jumat 24%
Sehari setelah bekerja lembur 24%
Hari hujan/dingin 18%
Rabu 15%
Hari-hari yang padat dengan rapat 11%
Kamis 9%
Hari tenggat waktu 8%
Selasa 7%

* Jawaban lebih dari satu diperbolehkan

Tabel 2: Dampak Stres pada Tidur dan Kehidupan Sehari-hari

Gejala Stres Persentase
Masalah tidur / insomnia 78%
Iritabilitas 58%
Ingin bolos kerja 47%
Kehilangan motivasi 40%
Efisiensi kerja yang lebih rendah 34%
Penarikan diri secara sosial 33%

* Jawaban lebih dari satu diperbolehkan

Tabel 3: Faktor-faktor Utama dalam Memilih Suplemen Herbal Barat

Pertimbangan Persentase
Keamanan dan sertifikasi produk 28%
Transparansi bahan 22%
Efektivitas & umur panjang (misalnya, pelepasan aksi ganda) 11%

* Jawaban lebih dari satu diperbolehkan

Keterangan Foto: Ka Yau Raymond Wong, Spesialis Psikiatri (tengah), Bpk. Ian Cheung, Apoteker Terdaftar (kiri), dan Bpk. Casey Chow, Kepala Bisnis Media di ESDlife (kanan) berpartisipasi dalam konferensi pers “Survei Tidur dan Stres di Hong Kong”.