TRAVEL

Seniman Rachel Ajeng Beri Tips Berkerja Sambil Traveling

667
×

Seniman Rachel Ajeng Beri Tips Berkerja Sambil Traveling

Sebarkan artikel ini
Rachel Ajeng, pelukis Indonesia. (Weka Kanaka/detikcom)

JAKARTA – Rachel Ajeng seorang seniman asal Indonesia, memberikan tips kepada traveler dengan berkaca kepada dirinya.

Dikutip dari detikTravel, Ia baru saja melakukan perjalanan ke Jepang, tepatnya saat Golden Week.

Ternyata traveling dan bekerja bisa sama-sama imbang porsinya. Bagaimana keduanya bisa dilakukan tanpa berat sebelah

Tak hanya jalan-jalan, Rachel, yang seorang pelukis, menimba inspirasi dari traveling ke Jepang itu.

Dalam perjalanannya, Rachel berkunjung ke Singapura terlebih dahulu, sebelum akhirnya bertandang ke Tokyo, Jepang. Dari kunjungannya ke dua negara tersebut.

Ia tumpahkan dalam sebuah lukisan yang saat ini dipamerkan di MoJA Museum (Museum of Jakarta) pada 22 Juni 2023 hingga 22 Oktober 2023.

Lukisan Rachel mengambil beberapa spot wisata terkenal dari Singapura dan Jepang. Misalnya Jewel, yang merupakan air terjun dalam ruangan yang terdapat di Bandara Changi, Singapura.

Sedangkan untuk unsur Jepang lebih dominan dalam lukisannya, terdapat pagoda, kuil, hingga layang-layang ikan koi.

Menariknya, Rachel tak hanya memasukkan dua unsur negara tersebut dalam satu lukisan, ia juga memadukannya dengan destinasi wisata di Indonesia yang terkenal, yakni Museum Fatahillah di Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas).

Menurut Rachel, liburan sambil bekerja tak selalu mudah. Traveler mesti memiliki kiat-kiat tertentu untuk membuat liburan tetap nyaman dilakukan dan di sisi lain tetap objektif dalam pekerjaan yang dibawa.

“Paling sih aku harus ambil foto banyak-banyak agar dapat dipilah lagi di rumah. Tips dari aku adalah untuk fokus dengan kerjaan. Karena kalau liburan kita nggak fokus ya (sama kerjaan), jadi keep in mind gitu, oke harus ada karya dari sini.

Jadi, aku berusaha record as much as I could, jadi nggak cuman apa yang aku lihat, tapi juga apa yang aku rasa,” ujarnya.

Pekerjaannya yang sebagai pelukis, membuatnya perlu memiliki kedekatan emosi terkait hal-hal atau tempat yang ia kunjungi ketika dalam perjalanan. Ia menyebut emosi penting diingat agar karyanya dapat lebih bernyawa. Selain itu, yang paling penting adalah menikmati perjalanannya.

“Jadi ketika masuk ke tempat ini tuh aku merasa apa ya, apa aku merasa takut, amaze atau gimana. Terus mungkin aku mengingatkan diriku untuk enjoy sih. Karena kalau nggak enjoy pasti karyanya nanti nggak akan menyenangkan untuk dilihat,” tuturnya.

Rachel yang merupakan pekerja seni, membuatnya mesti menelusuri juga berburu berbagai spot menarik di tempat yang ia kunjungi. Hal tersebut membuat manajemen waktu begitu penting untuknya.

“Selain itu aku juga fokus untuk nggak berlama-lama di suatu tempat, jadi kalau dari pengalaman aku perlu ada team keeper-nya, jadi satu destinasi sampai jam berapa gitu,” dia menjelaskan.**

Editor: Redaksi