Banner Go Green
BERITA

Orkestrasi Lintas Sektor Kunci Penguatan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

2
×

Orkestrasi Lintas Sektor Kunci Penguatan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

KEMENKO PMK — Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa orkestrasi kebijakan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penguatan karakter nasional. Hal ini disampaikan dalam Koordinasi Lintas Sektor Program Penguatan Pendidikan Karakter yang digelar Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen di The Margo Hotel Depok, Kamis (5/2/2026).

“Banyak persoalan nasional kita bermuara pada lemahnya karakter. Tantangan sosial, budaya, dan digital semakin kompleks. Selama ini fragmentasi kebijakan membuat program berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, orkestrasi lintas sektor menjadi keniscayaan,” tegas Warsito di hadapan pemangku kepentingan dari berbagai kementerian, lembaga, pendidik, dan komunitas pendidikan.

Dari Kebijakan ke Gerakan Sosial

Menurutnya, pembangunan manusia tidak cukup diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Modal Manusia (IMM) saja, tetapi juga kualitas karakter dan moralitas. Kemenko PMK mengawal 63 isu strategis bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sesuai RPJMN 2025-2029, dengan 18 di antaranya menjadi fokus Deputi PKJB, mencakup penguatan karakter berbasis ekosistem dari keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, lingkungan ibadah hingga ruang digital.

Baca Juga  Buku Panduan Srikandi V3

Warsito menjabarkan lima arah kebijakan strategis 2026-2029: penguatan orkestrasi lintas sektor, integrasi nilai Pancasila dalam kehidupan praktis, penguatan resiliensi generasi muda, penataan etika di ruang digital dan AI, serta tata kelola berbasis data melalui Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) dan indeks terkait lainnya.

“Kita harus bergerak dari kebijakan ke gerakan sosial, dari negara ke masyarakat, dari regulasi ke internalisasi nilai terpadu. Target 2026-2029 adalah menjadikan penguatan karakter sebagai gerakan bersama seluruh komponen bangsa,” jelasnya.

Baca Juga  Mahasiswa Geografi Lingkungan UGM Dalami Kebijakan Kebencanaan di Kemenko PMK

Inovasi Literasi Digital

Salah satu terobosan yang dipaparkan adalah program MOOC (Massive Open Online Course) Bijak-Cerdas Berdigital-BerAI dan Cek Kesehatan Digital. “Di era digital dan AI, kita tidak bisa melarang anak-anak menggunakan teknologi. Yang perlu adalah membekali mereka dengan nilai dan keterampilan menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab,” ungkap Warsito.

Staf Khusus Mendikdasmen, Arif Jamali, menambahkan bahwa Kemendikdasmen menjalankan program konkret seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta penguatan kebinekaan dan inklusivitas. 

“Sekolah bukan hanya tempat transfer pengetahuan, tetapi laboratorium kehidupan untuk menanamkan nilai kejujuran, gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab,” katanya.

Baca Juga  Kemenko PMK Validasi Pedoman Strategis Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Kolaborasi Strategis

Kepala Puspeka Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan karakter memerlukan sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, hingga komunitas. Acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang membahas program, peluang kerja sama, dan rencana tindak lanjut konkret.

Koordinasi ini diharapkan menghasilkan empat dampak: masyarakat berkarakter dan berdaya saing, generasi muda unggul dan beridentitas, ruang digital yang aman dan beretika, serta pembangunan manusia berkelanjutan.

“Penguatan karakter adalah fondasi Indonesia Emas 2045. Tanpa orkestrasi, kebijakan berjalan sendiri-sendiri. Dengan orkestrasi, karakter menjadi gerakan bersama,” tutup Warsito dengan pesan inspiratif.

Sumber : Kemenko PMK