TRAVEL

Megalodon Masih Hidup? Begini Faktanya

611
×

Megalodon Masih Hidup? Begini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Foto: Wikimedia Commons

JAKARTA – Otodus megalodon mendominasi lautan di Bumi sekitar 20 juta-3,6 juta tahun yang lalu. Hiu raksasa ini sempat menjadi predator puncak sebelum punah,, gigi megalodon tiga kali lebih besar dari hiu putih besar (Charcharodon charcarias). Panjang megalodon sendiri bisa sampai 18 meter.

Dikutip dari detik.com, Megalodon merupakan salah satu spesies hiu raksasa. Hewan ganas ini diketahui sudah punah. Namun, mungkinkah tersisa megalodon yang bertahan hidup sampai sekarang?

Belakangan, muncul kabar bahwa hiu raksasa ini masih hidup. Beberapa video di TikTok dan Youtube berspekulasi bagaimana hiu ini bertahan hidup. Apakah mungkin megalodon hidup sampai hari ini? Apakah ia bersembunyi di lautan?

Apakah Megalodon Masih Hidup saat Ini?
Jack Cooper, anggota Pimento Research Group yang mempelajari keanekaragaman laut dari masa ke masa memastikan bahwa berdasarkan studinya bertahun-tahun, megalodon sudah punah.

“Pendapat apapun yang mengatakan bahwa megalodon kemungkinan masih ada di wilayah laut yang belum dijelajahi merupakan omong kosong tanpa adanya bukti yang kredibel,” kata mahasiswa doktoral di Universitas Swansea di Inggris Raya ini.

Memastikan Kepunahan Megalodon

Meskipun sebagian besar lautan belum dijelajahi, Cooper menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa megalodon sudah pasti punah. Pertama, rantai makanan akan sangat berbeda jika spesiesnya masih hidup.

“Megalodon tidak sekadar hiu pesisir yang sangat besar, yang mana seharusnya sudah terlihat manusia saat ini, tetapi juga predator puncak yang lebih tinggi di rantai makanan daripada predator laut manapun yang masih hidup. Karena itu, keberadaannya akan berpengaruh besar pada ekosistem laut,” jelasnya.

Kepunahan megalodon menurut Cooper juga punya konsekuensi lanjuutan. Paus yang dulu merupakan salah satu mangsa utamanya kini menjadi lebih besar setelah megalodon punah. Sebab, tidak ada predator lebih tinggi yang memakannya.

Ia mencontohkan, mamalia laut terbesar seperti paus biru baru berevolusi setelah megalodon punah. Cooper menyimpulkan, tidak ada megalodon di rantai makanan saat ini.

Megalodon di Palung Mariana?

Para ilmuwan saat ini sedang mencari tahu beberapa wilayah paling misterius di lautan, salah satunya Palung Mariana. Kawasan ini membentang hingga 10.935 meter di bawah permukaan laut.

Namun, Cooper mengatakan bahwa hiu raksasa seperti megalodon tidak akan bertahan hidup di lingkungan yang tidak ramah seperti Palung Mariana. Berdasarkan temuan peneliti, ukuran hiu laut dalam tak ada yang mendekati 20 meter.

Megalodon juga diperkirakan akan makan mangsa berukuran besar. Untuk itu, mangsa-mangsa berukuran kecil bukan sumber makanan memadai bagi hiu raksasa ini.

“Palung Mariana sebagian besar menjadi tempat hidup mikroskopis yang tidak akan (cukup) untuk memberi makan satu megalodon, terlebih satu populasi rahasianya,” kata Cooper.

Kenapa Megalodon Punah?

Kenshu Shimada, ahli paleobiologi di Universitas DePaul di Chicago yang mempelajari megalodon mengungkapkan bahwa klaim hiu besar ini masih hidup tidak pernah terbuktikan.

Ia mengungkapkan, ada beberapa perkiraan alasan megalodon tidak bertahan hidup. Hipotesis utama kepunahannya yaitu karena perubahan iklim atau persaingan dengan hiu putih besar, yang muncul beberapa juta tahun yang lalu.

Cooper pun setuju bahwa perubahan iklim bisa jadi alasan utama mengapa megalodon punah. Ia mengungkapkan bahwa kepunahan megalodon sebagian besar disebabkan oleh penurunan permukaan laut dari zaman Pliosen sekitar 5,3 juta-2,6 juta tahun yang lalu.

“Penurunan secara dramatis ini mempengaruhi habitat pesisir megalodon dan mangsanya,” ujar Cooper.

Perubahan habitat ini menurutnya menyebabkan megalodon tidak lagi leluasa untuk hidup dan makan dengan sumber daya berlimpah. Sedangkan hiu raksasa ini butuh mengembalikan banyak energi demi mengimbangi ukuran badan dan gaya hidup sebagai predator aktif.

“Permukaan laut saat ini umumnya tetap jauh lebih rendah daripada era Pliosen, sehingga kondisi saat ini jauh dari cocok untuk mereka,” sambungnya.

Jika megalodon masih hidup hingga saat ini, manusia kemungkinan akan tahu karena nasibnya akan juga terancam perburuan seperti seperti hiu putih besar hari ini. Sebanyak 100 juta hiu dibunuh manusia per tahun, utamanya hiu besar.

“Megalodon mungkin tidak akan mampu bertahan hidup dari (ancaman) manusia ketimbang sebaliknya,” pungkas Cooper.***

Editor: Redaksi