DHL Global Forwarding Tandatangani MoU dengan Pelindo 1 Sebagai Penyedia Logistik di Kawasan Industri Kuala Tanjung

by -174 views

MEDAN – Dalam upayanya untuk terus memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di Indonesia, salah satu fokus utama Pelindo 1 adalah memperkuat dan memperluas layanan logistiknya. Upaya ini diwujudkan melalui kemitraan antara Pelindo 1 dan DHL Global Forwarding Indonesia. Perusahaan yang berspesialisasi dalam kargo internasional di dunia ini akan menjadi satu-satunya penyedia logistik yang terlibat dalam diskusi percepatan pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung (Kuala Tanjung PIE), menawarkan jaringan global dan keahliannya dalam logistik ujung ke ujung, termasuk pengiriman laut dan layanan nilai tambah seperti manajemen gudang, perantara bea cukai, distribusi domestik dan solusi pusat logistik berikat (Pusat Logistik Berikat, atau PLB).

“Kuala Tanjung PIE berlokasi strategis di tengah Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran niaga tersibuk di dunia, dan didukung oleh pedalaman yang kaya akan pertanian, sumber daya alam perkebunan dan pertambangan di sepanjang pulau Sumatera, Kawasan Industri ini secara strategis diposisikan sebagai simpul penting dalam logistik global dan jaringan rantai pasokan. Ini adalah proyek penting bagi negara dan DHL karena kami berusaha untuk memperkuat posisi terdepan dalam industri pengiriman barang di kawasan itu,” kata Kelvin Leung, CEO DHL Global Forwarding di Asia Pasifik, dalam keterangan yang diterima media ini, Senin (8/03/2021).

Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 1 Maret 2021 di Jakarta, dengan diwakili oleh Dani Rusli Utama, sebagai Presiden Direktur, dan Prasetyo, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis mewakili Pelindo 1 dan Vincent Yong, Direktur Utama mewakili DHL Global Forwarding Indonesia.

“Kita perlu bekerja sama untuk membangun ekosistem dan mempersiapkan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung (Kuala Tanjung PIE) sebagai pintu gerbang utama Indonesia menuju jaringan logistik global. Kolaborasi Pelindo 1 dengan DHL akan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak serta pelayanan yang lebih murah, cepat, dan transparan,” kata Dani.

Kuala Tanjung PIE terdiri dari dua bagian yang terintegrasi, yaitu Kawasan Pelabuhan dan Kawasan Industri. Pengembangan Kawasan Pelabuhan ditandai dengan beroperasinya Terminal Multiguna Kuala Tanjung (KTMT) sejak 2019. Sebagai hub internasional, pelabuhan ini dirancang untuk menampung kapal-kapal besar seberat 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis kargo, mulai dari container, liquid bulk hingga general cargo.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat bekerja sama dengan Pelindo 1 dan berkontribusi terhadap rencana besar pemerintah dalam percepatan pembangunan Kuala Tanjung PIE. Menyulapnya menjadi Logistics Supply Chain Hub akan semakin meningkatkan daya saing perekonomian dan meningkatkan kemudahan berbisnis di dalam negeri. Kami sangat senang dengan potensi pertumbuhan negara dan tetap berkomitmen untuk membantu meningkatkan efisiensi rantai pasokan Indonesia,” kata Yong.

Sedangkan untuk kawasan industri akan dikembangkan di areal seluas 3.400 hektar, dengan potensi berbagai segmen industri, antara lain aluminium, kelapa sawit, besi, baja, karet, petrokimia, produk makanan, dan segmen industri lainnya sesuai permintaan pelanggan.

Kawasan ini juga akan diperkuat dengan ketersediaan berbagai jaringan transportasi terintegrasi berupa jalan tol dan kereta api Trans-Sumatera. Kuala Tanjung PIE juga terhubung langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang merupakan sentra utama industri berbasis kelapa sawit di Sumatera bagian utara.

“Sebagai pelabuhan masa depan dan kompleks industri, Kuala Tanjung PIE akan terus berkembang, dengan visi menjadi Logistics dan Supply Chain Global di Indonesia. Sejauh ini, beberapa perusahaan dan investor tertarik untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Semakin banyak perusahaan dan investor yang berinvestasi tentunya akan mendukung percepatan kebangkitan ekonomi Indonesia,” tutup Dani.