Banner Go Green
BERITA

Mahasiswa Geografi Lingkungan UGM Dalami Kebijakan Kebencanaan di Kemenko PMK

0
×

Mahasiswa Geografi Lingkungan UGM Dalami Kebijakan Kebencanaan di Kemenko PMK

Sebarkan artikel ini

KEMENKO PMK — Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo menerima kunjungan akademik mahasiswa Program Studi Geografi Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk memperkuat pemahaman kebijakan kebencanaan, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola lingkungan dan tata ruang. 

Dalam sambutannya, Andre menekankan bahwa Indonesia menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, khususnya bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah. Kondisi tersebut menuntut penguatan perencanaan pembangunan berbasis lingkungan, didukung pendekatan geospasial dan tata ruang yang terintegrasi.

Baca Juga  Pemerintah 'Godok' Konsep Sekolah Terintegrasi Guna Pemerataan Mutu Pendidikan

“Kita melihat bagaimana perkembangan bencana di berbagai daerah menunjukkan tantangan yang semakin berat. Karena itu, penguatan pemahaman pengurangan risiko bencana dan perencanaan spasial menjadi sangat penting,” ujar Andre. 

Ia menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan. Menurutnya, pengelolaan ruang dan lingkungan yang tidak tepat justru dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap bencana.

Baca Juga  Kemenko PMK Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Dorong Kebijakan Iklim Inklusif Berbasis Kesetaraan Gender

“Pembangunan harus berjalan selaras dengan prinsip lingkungan dan pengurangan risiko bencana, agar tidak menambah potensi kerugian di masa depan,” tegasnya. 

Andre juga menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran kebencanaan sejak dini. Mahasiswa, khususnya dari bidang geografi dan lingkungan, dinilai memiliki peran strategis sebagai calon perencana yang mampu mendorong pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketangguhan wilayah terhadap bencana. 

Baca Juga  Menko PMK Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Tertentu Kemenko PMK

Dalam diskusi turut disampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu wilayah pembelajaran kebencanaan yang penting, baik dari sisi risiko gempa, aktivitas berapi, maupun tata ruang berbasis kearifan lokal seperti Sumbu Filosofis Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, Kemenko PMK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan kebijakan pengurangan risiko bencana yang berbasis sains dan keberlanjutan.

Sumber : Kemenko PMK