Banner Go Green
BERITA

Kemenko PMK Dorong Penguatan Ketangguhan Nasional melalui Lokakarya Kita Tangguh

6
×

Kemenko PMK Dorong Penguatan Ketangguhan Nasional melalui Lokakarya Kita Tangguh

Sebarkan artikel ini

KEMENKO PMK — Pemerintah terus memperkuat upaya pembangunan ketangguhan nasional melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Hal tersebut ditegaskan dalam Lokakarya Kita Tangguh yang menjadi forum strategis untuk menyusun arah perencanaan, memperkuat koordinasi, serta membangun pemahaman bersama dalam penanggulangan bencana.

Lokakarya dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026) di Oria Hotel, dan dipimpin oleh Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK, Merry Efriana. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan UN Women, Uni Eropa, Kedutaan Besar Belanda, Tanoto Foundation, Astra, serta Tim Gugus Tugas Pembangunan Talenta Digital dan Kecerdasan Artifisial Nasional.

Dalam arahannya, Merry Efriana menegaskan bahwa Kita Tangguh merupakan program strategis yang dirancang untuk membangun ketangguhan nasional secara menyeluruh dan lintas sektor. Risiko bencana tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan pembangunan manusia, sehingga membutuhkan pendekatan yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pemerintah Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

“Ketangguhan nasional tidak bisa dibangun secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, keterlibatan aktif masyarakat, serta koordinasi lintas sektor agar penanggulangan bencana benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” tegas Merry Efriana.

Ia juga menekankan peran Kemenko PMK dalam menjalankan fungsi sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian guna memastikan seluruh program penanggulangan bencana berjalan selaras. Program Kita Tangguh dikembangkan melalui tiga sub-flagship utama, yakni Budaya Tangguh, Kolaborasi Tangguh, dan Dashboard Tangguh, yang saling melengkapi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Baca Juga  Pemerintah Gelar Koordinasi Awal Satgas Percepatan Rehabilitasi–Rekonstruksi Aceh, Sumut, dan Sumbar Tindak Lanjut Arahan Presiden

Selain itu, perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan, anak, dan keluarga, menjadi bagian penting dalam implementasi Kita Tangguh. Pendekatan inklusif dan berbasis komunitas dinilai mampu mempercepat pemulihan serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.

Berbagai mitra pembangunan turut menyampaikan komitmen dan praktik baik yang telah berjalan. UN Women menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam penanganan bencana, sementara Uni Eropa, Kedutaan Belanda, Tanoto Foundation, dan Astra menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi, baik melalui dukungan program, teknis, maupun pendanaan.

Baca Juga  Perkuat Ketangguhan Perempuan dalam Menghadapi Bencana, Kemenko PMK Gelar Pelatihan Fasilitator “KITA TANGGUH”

“Kolaborasi adalah kunci dalam membangun ketangguhan nasional. Melalui Kita Tangguh, kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, terkoordinasi, dan memiliki tujuan yang sama dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana,” pungkas Merry Efriana.

Lokakarya ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan. Ke depan, pertemuan lanjutan secara bilateral akan dilakukan untuk memetakan dukungan konkret dari masing-masing pihak guna mendukung implementasi Program Kita Tangguh secara efektif dan berkesinambungan.

Sumber : Kemenko PMK