Banner Go Green
BERITA

Kemenko PMK Apresiasi Praktik Baik Layanan Lansia Terintegrasi di Kota Yogyakarta

118
×

Kemenko PMK Apresiasi Praktik Baik Layanan Lansia Terintegrasi di Kota Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
IMG 1604

KEMENKO PMK — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengapresiasi program Layanan Lanjut Usia Terintegrasi (LLT) di Kota Yogyakarta.

Menurut deputi yang akrab disapa Lisa itu, komitmen pemerintah Kota Yogyakarta dalam melaksanakan program LLT telah menunjukkan keberhasilan dalam penguatan sistem perlindungan sosial dan pelayanan publik berbasis komunitas bagi penduduk lanjut usia (lansia).

“Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan lansia. Keberhasilan Program LLT ini tak lepas dari kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor yang patut dicontoh oleh daerah lain,” ujar Deputi Lisa saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program LLT, pada Sabtu (26/5/2025).

Baca Juga  Percepatan Finalisasi Administrasi Penghunian dan Rencana Serah Terima Hunian Tetap Pascabencana Erupsi Gunung Ruang

Sebagai wilayah dengan proporsi lansia tertinggi di Indonesia, Yogyakarta menjadi pelopor dalam model layanan lansia terintegrasi multidimensional. Program LLT melibatkan asesmen kebutuhan komprehensif, penyusunan rencana perawatan personal, serta melibatkan sektor kesehatan, sosial, ekonomi, dan pemerintahan daerah. Dari satu lokasi percontohan, kini LLT telah berkembang menjadi enam titik layanan aktif di berbagai kecamatan.

Baca Juga  Menko PMK Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Tertentu Kemenko PMK

Tim monitoring menemukan sejumlah praktik baik seperti pelaksanaan konferensi kasus bulanan lintas-OPD dan pembentukan Komisi Lansia di setiap kelurahan sebagai wadah koordinasi dan aspirasi. Layanan LLT mencakup kunjungan rumah, pemeriksaan rutin, rujukan jaminan sosial dan kesehatan, dukungan administrasi, pelatihan usaha, serta kegiatan sosial dan kebugaran.

Namun, Deputi Lisa mencatat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan SDM lapangan, kebutuhan penguatan kapasitas OPD, serta rendahnya partisipasi keluarga dalam proses asesmen. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi penting dan supaya bisa direplikasi di daerah lain.

Baca Juga  Kemenko PMK Perkuat Koordinasi Lintas K/L untuk Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M

“Saat program ini berakhir, kita harus memiliki standar operasional, alur pendanaan, dan pembagian tugas yang terdefinisi sehingga model LLT dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kemenko PMK mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperluas cakupan LLT ke kelurahan lain, terutama di wilayah Semaki, Gedongkiwo, Baciro, Purbayan, dan Kotabaru. Diharapkan, program ini akan terus berkembang menjadi layanan lansia yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan—sejalan dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dan komitmen global terhadap penuaan yang sehat dan aktif.

Sumber :Kemenko PMK