Banner Go Green
GLOBENEWSWIRE

CGTN: Hubungan Tiongkok-Eropa: Membentuk 50 Tahun Mendatang

102
×

CGTN: Hubungan Tiongkok-Eropa: Membentuk 50 Tahun Mendatang

Sebarkan artikel ini
e9cbceb3 c3bb 4ab8 a24f afc81aa7edf8

image1

BEIJING, Dec. 05, 2025 (GLOBE NEWSWIRE) — Tahun ini menandai peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik di antara Tiongkok dan Uni Eropa – momen penting tidak hanya untuk merefleksikan masa lalu, tetapi juga untuk menjajaki jalur menuju setengah abad ke depan. Menjelang akhir tahun, para pemimpin dan pemikir terkemuka Eropa telah mengunjungi Tiongkok, terlibat dalam dialog terbuka tentang ke mana Tiongkok dan Eropa akan melangkah selanjutnya. 

Saat mengenang masa lalu, mantan Perdana Menteri Italia Romano Prodi menyampaikan renungan yang sangat menarik. “Tiongkok dan Eropa tidak pernah bermusuhan, tetapi kita tidak pernah menjadi saudara,” ungkapnya. “Dan inilah saatnya sejarah mengharuskan kita untuk berubah.” Romano Prodi memberikan pengamatan tajam bahwa Eropa harus sepenuhnya mengakui skala kebangkitan Tiongkok dan memahami bahwa peran Tiongkok dalam urusan global kini sangat diperlukan. 

Baca Juga  Mongolia Menerima Rencana Induk Produktivitas Nasional (2026–35) untuk Mendorong Pertumbuhan Berbasis Produktivitas, Ketahanan, dan Kemakmuran Bersama

Ketika Romano Prodi menunjukkan urgensi historis ini, mantan Kanselir Austria Wolfgang Schüssel menjelaskan tantangan yang dihadapi tata kelola global. Baginya, salah satu tanggung jawab penting Eropa terhadap dunia, bersama dengan Tiongkok, adalah menjaga stabilitas. Dia mencatat bahwa dunia sedang menghadapi perang tarif yang diprakarsai AS, yang telah memicu pergolakan perdagangan global. Wolfgang Schüssel yakin bahwa kemitraan Eropa-Tiongkok akan menjaga arsitektur perdamaian dan mengatasi gangguan. 

Baca Juga  Coventry Memperluas Program Pembiayaan Beragun LILY Life Insurance dengan Penerbitan Surat Utang Baru Beragun Aset Senilai $750 Juta

Peter Jungen, Ketua Peter Jungen Holding Jerman, mengeluarkan seruan kepada para wirausahawan untuk berfokus pada pasar Tiongkok yang dinamis. Dia yakin bahwa transformasi Tiongkok menjadi perekonomian yang didorong oleh inovasi dan kewirausahaan telah menciptakan peluang yang tidak dapat diabaikan oleh dunia. Pesannya kepada para pemimpin bisnis global sangat jelas: Tiongkok bukan sekadar pasar, tetapi tempat di mana ide, teknologi, dan industri terus-menerus diperbarui dan memperkuat satu sama lain. 

“Daya saing Eropa akan bergantung pada kerja sama dengan negara-negara Asia yang berkembang dengan pesat,” ungkap Iván Kovácsics, Direktur Strategi dan Kerja Sama Internasional di Magyar Nemzeti Bank. Dia percaya Eropa harus mempercepat inovasi dan memperluas kemitraannya, dan bahwa Tiongkok – dengan teknologi canggih dan kapasitas industrinya yang kuat – sangat penting dalam proses ini. 

Baca Juga  AI-Media Pamerkan Alur Kerja Terjemahan Secara Real Time dan Aksesibilitas di ISE 2026 Seiring Meningkatnya Permintaan AV Multibahasa

Lima puluh tahun ke depan kini dimulai bagi Tiongkok dan Eropa, dua pemain utama dalam dunia multipolar. Ujian bersama menanti: bagaimana mereka akan menghubungkan dua pasar dan peradaban utama itu guna membangun kemitraan strategis komprehensif yang berpengaruh secara global.

https://news.cgtn.com/news/2025-12-04/China-Europe-Ties-Shaping-the-Next-50-Years-1IPjpmty9FK/p.html

Foto yang menyertai pengumuman ini tersedia di:
https://www.globenewswire.com/NewsRoom/AttachmentNg/0e2ecd3b-265b-4877-a7fc-acb23493ed73

China Global Television Networ
            

Sumber : Globenewswire